mencari manisnya ikhlas..

Posted on November 25, 2008 by ayu-kyoo.
Categories: aset kreatifitas.

duh..kau hati mengapa kau terus ingin berteriak..hingga keluar urat nadiku?

duh kau hati..apa yang membuatmu gelisah?

duh..kau hati bgaimana kau akan tersenyum menatap dengan kepekaanmu?

duh..kau hati siapa yang sedang kau cari hingga kau merasa sesak?

mengapa kau jadi terlena pada kesdihan..

ayo,ikhlaskan perlahan..maka kau akan dapatkan manisnya ikhlas..

tersenyumlah kau hati..tampakkan ketegaranmu..

tunjukkan pada dunia artiMU..kyoo (^-^)V

Bismillahirrahmanirrahim..

Posted on November 23, 2008 by ayu-kyoo.
Categories: aset kreatifitas.

Ya..Tuhan kami, Terimalah permohonan dari kami, Sesungguhnya Engkau Maha mendengar Serta Maha mengetahui, Amin..^-^

kyoo..=^-^=..

perempuan bodoh

Posted on by ayu-kyoo.
Categories: aset kreatifitas.

aku..tidak ingin meminta untuk kau terus ada disampingku..
aku..tidak ingin merasa untuk memilikimu sepenuh jiwa dan raga..
aku..tidak ingin memaksa kau untuk tetap bertahan..
karena kerinduan akan begitu menyesakkan..
mengharap cinta slalu hadir..
sedang aku..perempuan bodoh yang sangat mencintaimu..
sedang aku..perempuan bodoh yang terus bersabar menunggumu dalam kerinduan..dalam keegoisan..dalam kealpaan..
untuk hanya sekedar melihat senyummu..kekasihku..

ma’afkan jika cintaku terlalu padamu..
ma’afkan jika khayalanku tinggi tentangmu..
dengan hati-hati kutatap dirimu..
membaca raut untuk kupahmi
memaknai senyummu adalah ketulusan..
sayangku..mengapa aku menyayangimu begini?..

kyoo..=^.^=

program kebajikan

Posted on by ayu-kyoo.
Categories: aset kreatifitas.

program ayuTeks;
uses crt;
var
filesimpan : text;
buffer : string[50];
begin
clrscr;
assign (filesimpan, ‘B:DATA1′);
rewrite (filesimpan);
writeln (’masukkan teks pertama:’);
readln (buffer);
while buffer ‘ ‘ do
begin
writeln (filesimpan,buffer);
writeln;
writeln (teks berikutnya (’tekan –> selesai’):);
writeln (buffer);
end;
close (filesimpan);
end.

eksekusi:
Masukan teks pertama : kebajikan yang ringan adalah muka yang berseri-seri
Teks berikutnya (tekan –> selesai) : dan mengucapkan kata-kata yang lemah
lembut

=^.^=ayu_kyoo

Gelora

Posted on by ayu-kyoo.
Categories: aset kreatifitas.

gelora..memancarkan sinarnya..menjelma menjadi angsa mulia..berkoar dalam sungai menangkap ikan..mengisi temboloknya..menurutmu aku harus berjalan kemana..dalam ruang yang gelap..menggiring diriku..ke sebuah..gawang lawan..yang telah kau siapkan..aku menantimu seperti ini namun kau tak pernah tanya mengapa? atau knapa? jika suatu hari mengikatkan mata hatimu dalam kesempitan ruang, aku tak menyalahkan.. namun tolong kau berikan kesempatan padaku untuk menjawab sebuah pertanyaan tentang kesendirianku disini yang walaupun tak pernah kau tanyakan aku berada dimana??

senyum diwajah itu tak pernah membuatku bosan..tarikan nafas yang selalu kurindu..tak pernah membuatku melupakanmu..jangan kau salahkan aku jika aku terlalu mencintaimu..namun kau memang tercipta untukku..kau menutup sgala kesedihanku..walau kau pergi menjauh mnatapku perih.. tapi aku selalu mengenangmu dalam kesepianku dan sendiriku..hingga akhirnya kau menjemputku kembali..membawaku pergi..jauh dari sini..meninggalkan kesedihan yang pernah kutinggalkan untukmu..belajar melawan hari menuntun hidup bersama dalam sebuah tiara cinta suci..hingga kita tersenyum menatap hari esok bersama..aku terharu..cintaku..^.^

…..^-^….

Posted on by ayu-kyoo.
Categories: aset kreatifitas.

Ayu Diyah ku sayang,,

HAri ini dan hari yang kmarin2 aku sangat bahagia sayang, ingin rasanya dirikiu untuk membahagiakanmuu, . Selamat ulang tahun ya sayang, semoga panjang umur, makin sholehah,dan dirimu selalu mendapat yang terbaik dalam hidup ini, amin…

Teh diriku punya satu harapan , tapi diriku tidak bisa bilang itu, dan hanya diriku dan tuhan yang tahu, amin :) I Love You So much :)

-Jadilah Pelita-

Posted on by ayu-kyoo.
Categories: aset kreatifitas.

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya.
Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.
Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja
buat saya! Saya bisa pulang kok.”

Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu,
biar mereka tidak menabrakmu.” Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa
pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak

si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan
buat orang buta dong!” Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta. Kali ini si buta
bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini
supaya kamu bisa lihat!” Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu
tidak lihat, pelitamu sudah padam!” Si buta tertegun.. Menyadari situasi
itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak
melihat bahwa Anda adalah orang buta.” Si buta tersipu menjawab, “Tidak
apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.” Dengan tulus, si
penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun
melanjutkan perjalanan masing-masing.

Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta
kita. Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun,
“Maaf, apakah pelita saya padam?” Penabraknya menjawab, “Lho, saya justru
mau menanyakan hal yang sama.” Senyap sejenak. secara berbarengan mereka
bertanya, “Apakah Anda orang buta?” Secara serempak pun mereka menjawab,
“Iya.,” sembari meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu
menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.

Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia

menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun
berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Timbul pikiran
dalam benak orang ini, “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya
bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat
jalan mereka.”

Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan
kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan,
melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).

Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin,
keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang
lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya
sendiri. Dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui
peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati
karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain.
Ia juga belajar menjadi pemaaf.

Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran,
yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka
bisa melihat.

Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang
sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka
bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta,
sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.

Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita.
Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat
pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya
untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.

Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya
memiliki pelita kebijaksanaan.

Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah
nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri
kita sendiri dan sekitar kita.

Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan
dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita
kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.

Bila mata tanpa penghalang, hasilnya adalah penglihatan. Jika telinga tanpa
penghalang, hasilnya adalah pendengaran. Hidung yang tanpa penghalang
membuahkan penciuman. Pikiran yang tanpa penghalang hasilnya adalah
kebijaksanaan.

(sarikata.com)

inaq tegining-teganang

Posted on by ayu-kyoo.
Categories: aset kreatifitas.

Leq jaman laeq arak sopok cerita,Inaq tegining

Amaq teganang arane.pegaweanne garap sampi leq

tengaq rau,sampi sei tekucang tekicing leq tengak

rau,inaq tegining amaq teganang epene.ongkat

dengan tegining teganang lueq cerite,ngalahin datu

siq beleq-beleq ongkatne………..

hehehe..kerinduanku..dikampung halaman..’Lombok’

Anak Ranting dan Daun Kering

Posted on by ayu-kyoo.
Categories: aset kreatifitas.

dari daun yang kehijauan

menatap..menantang surya..

hingga menguning di makan terik..

lalu mengering jatuh ditanah..

habis serapah di telan tanah..

gersang hilang tanah menenang..

hidup tak jua kekal

hingga akal lumpuh dimakan masa..

lalu sampai ke padang mahsyar..

bukan cerita waktu

Posted on by ayu-kyoo.
Categories: aset kreatifitas.

Dan ini bukan cerita waktu..
sperti halnya cinta..tak dapat dibagi dan tanpa langkah, namun..bila dlm pikiranmu kau harus mengukur waktu dalam musim, biarkan masing-masing cuaca berputar di seluruh musim..0.0
Dan biarkan hari ini memeluk masa lalu dengan kenangan dan masa depan dengan semangat..

Untuk mencair dan mengalir seperti sungai yang menyanyikan melodinya
Untuk mengetahui rasa sakit dari kelembutan
Untuk dilukai oleh pemahaman dan rasa
Untuk berdarah dengan bahagia &nikmat
Untuk terbangun saat senja dengan hati bersayap & berterima kasih atas hari yang penuh cinta..^.^
Untuk berkeringat saat tengah hari..
lalu pulang kerumah..dengan penuh rasa terima kasih atas kerinduan..

Dan..untuk tidur dengan sebuah Do’a bagi mereka yang dicintai oleh hati dan sebuah senyuman ucapan selamat malam..

smile^-^kyoo…